This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 01 Desember 2012

Standar ISI Pendidikan

15 November 2012

Standar Isi Pendidikan

Berdasarkan PERMENDIKNAS NO. 22 TAHUN 2006 Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah meliputi:

A. Standarisasi isi mencakup:
  1. Kerangka dasar kurikulum dan Cakupan mata pelajaran:
        - Agama dan akhlak
        - Kewarganegaraan dan kepribadian
        - Ilmu pengetahuan dan teknologi
        - Estetika
        - Jasmani, olahraga, dan kesehatan
  2. Prinsip pengembangan kurikulum
        - Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
        - Beragam dan terpadu
        - Tanggap terhadap perkembangan iptek dan seni
        - Relevan dengan kebutuhan kehidupan
        - Menyeluruh dan berkesinambungan
        - Belajar sepanjang hayat
        - Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
  3. Struktur kurikulum
        - Kedalam muatan kurikulum dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum
        - Merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh peserta didik
  4. Beban belajar
        Beban belajara diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran
        - Tatap muka
        - Penugasan terstruktur
        - Kegiatan mandiri tidak terstruktur
             a. Sistem paket
             b. Sistem SKS

B. Kurikulum KTSP
   1. Kurikulum operasional disusun oleh masing2 satuan pendidikan
   2. Sekolah dan kepalasekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan:
         - Kerangka dasar kurikulum, dan
         - Standar kompetensi
           dibawah kordinasi dan supervisi dinas pendidikan daerah

C. Kalender pendidikan
     Merupakan pengaturan waktu kegiatan peserta didik selama satu tahun pelajaran yg terdiri dari:
        - Minggu belajar efektif
        - Jeda tengah semester
        - Seda antar semester
        - Libur akhir tahun
        - Libur umum, nasional, khusus, dan keagamaan
        - Kegiatan khusus sekolah

standarisasi kopetensi lulusan

22 november 2012


Standarisasi Kompetensi Lulusan
      Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan kurikulum yang dikeluarkan oleh Mendiknas dengan mengacu pada perbedaan kondisi setiap sekolah dengan tetap berdasarkan pada Standar Kompetensi.
SKL disusun berdasarkan oleh 2 hal yaitu : 
      a. Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) dan
      b. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP)

SKL-SP merupakan suatu tingkatan pendidikan yaitu:
      a. SD/MI/SD-LB/paket a
      b. SMP/MTS/SMP-LB/paket b
      c. SMA/MA/SMA-LB/paket c
      d. SKM/paket c

SK-KMP merupakan suatu bahan ajar yg harus ada, yaitu:
      a. pendidikan beragama
      b. pendidikan pengembangan diri
      c. pendidikan olahraga
      d. pedidikan umum dan sains

     Tujuan dibuatnya Standarisasi Kompetensi Lulusan adalah untuk membuat peserta didik dapat bersosialisai dimasyarakat dengan etikat atau perilaku yg baik dan dapat melanjutkan kejenjang pendidikan yg lebih tinggi.

15 oktober

Pertemuan #5
Kamis, 15 Oktober 2012,
Materi kali ini tidak fokus pada anak CI+BI lagi namun lebih mengfokuskan pada Pendidikan layanan khusus. Pendidikan Layanan Khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, atau bai masyarakat adat yang terpencil, daerah yang mengalami bencana alam, bencana sosial dan tidak mampu dari segi ekonomi.

Pendidikan layanan khusus itu sendiri memiliki tujuan menyediakan akses pendidikan yang layak bagi peserta didik agar haknya untuk memperoleh pendidikan terpenuhi. Sebagai contoh daerah yang memerlukan Pendidikan Layanan Khusus adalah diBanten, terdapat suku yang hidup di kaki gunung yang bernama Suku Badui, merupakan suku yang sebenarnya jalur akses keluar atau masuk ke daerah itu dekat, meskipun begitu Suku Badui ini termasuk suku yang terbelakang.

Mengapa?

Karena suku mereka ini masih sangat memegang teguh budaya tradisional mereka. Dan hal tersebut menyebabkan mereka tertutup bagi dunia luar. Anak-anak suku ini juga menjadi terbelakang karena mereka tidak mendapat pendidikan yang sewajarnya didapati oleh anak-anak ini. Untuk itulah pendidikan layanan khusus sangat dibutuhkan anak-anak beserta masyarakat di daerah seperti ini. Pendidikan Layanan Khusus diselenggarakan dengan cara menyesuaikan waktu, tempat, sarana dan prasarana pembelajaran, pendidik, tenaga kependidikan, dan atau sumber daya pembelajaran lainnya dengan kondisi kesulitan peserta didik.

Beberapa golongan yang membutuhkan Pendidikan Layanan Khusus diantaranya:
  •  Masyarakat terbelakang: Masyarakat yang sangat teguh memegang budaya mereka dan sulit menerima pengaruh dari luar sehingga sedikitpun tidak tersentuh akan teknologi dan perkembangan zaman. 
  • Daerah terpencil atau terbelakang: suatu daerah yang letaknya sangat terpencil dan memang sulit dijangkau oleh orang lain, sehingga mereka tidak dapat menerima pengaruh dari luar ataupun menjangkau dunia luar.
  •   Daerah yang mengalami bencana alam: merupak daerah yang dalam perbaikan karena suatu bencana alam yang merusak fasilitas di daerah tersebut sehingga tidak memunkinkan adanya sekolah pada saat itu. 
  • Bencana sosial: Bencana yang diakibatkan karena masalah sosial, menimbulkan konflik, kerusuhan, penghancuran, itulah yang menyebabkan kegiatan mereka terganggu. Dan pendidikan sekolah anak pun juga berhenti, sebagi contoh adalah perang.
  • Tidak mampu dari segi ekonomi: suatu daerah atau sebuah keluarga yang tidak mampu dari segi ekonomi yang menyebabkan mereka tidak dapat membiayai anak mereka untuk bersekolah dan menempuh pendidikan yang layak
Bentuk layanan dalam dunia pendidikan antar lain:
  • Formal : Pendidikan sekolah biasa dan  sekolah terbuka 
  •  Non Formal : Calistung, Keterampilan, Paket A, B, dan C 
  • Informal : Pendidikan keaksaraan (tidak ada lembaga yang menaungi)